Likuiditas, Berapa Lama Waktu Pencairan Reksadana?

463236-PFPED1-828.jpg

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal sebagai investor. Melalui reksadana, dana investor diinvestasikan pada aset portofolio seperti saham, surat utang, deposito, serta instrumen pasar uang.

Contohnya, jika kamu ingin membeli saham tapi uangmu tidak mencukupi, kamu bisa menggunakan reksadana sebagai sarana kamu membeli saham tersebut. Selain itu, kamu juga mendapatkan saham lainnya yang dibeli oleh reksadana tersebut.

Dalam reksadana, ketika membeli, kamu akan mendapatkan unit, bukan saham. Nah, harga dari sebuah unit itu disebut Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/unit).

Berbeda dengan saham yang keuntungannya dari deviden dan kenaikan harga saham (capital gain), reksadana hanya dari kenaikan harga unit penyertaan (NAB/unit), disamping itu reksadana juga memiliki keuntungan likuiditas, artinya mudah ditransaksikan, baik jual maupun beli kapan saja.

Karena dana yang kamu investasikan itu tersimpan aman di bank kustodian, maka untuk pembelian dan penjualan juga tergantung dari kebijakan bank tersebut. Dalam pembelian/penjualan reksadana memiliki kebijakan yang disebut “Cut off Time” yaitu batasan waktu penerimaan transaksi pembelian (Subscription), transaksi penjualan kembali (Redemption) setiap harinya.

Proses pembelian reksadana yang terjadi sebelum pukul 13.00 WIB harus diproses berdasarkan harga portofolio pada hari tersebut. Sementara untuk pembelian reksadana setelah atau di atas pukul 13.00 WIB, maka akan diproses menggunakan harga acuan pada hari berikutnya.

Bagi nasabah atau investor yang ingin menjual reksadananya, manajer investasi sebagai pengelola dana (fund manager) memiliki batas waktu membayar uang investor hingga 7 hari kerja atau T+7 (Sabtu, Minggu, dan tanggal merah tidak dihitung) setelah investor menjual reksadananya.

Apabila investor menjual reksadana sebelum pukul 13.00 WIB, maka hari setelah transaksi (T+1) mulai dihitung keesokan harinya. Sedangkan apabila penjualan dilakukan setelah pukul 13.00 WIB, maka perhitungan T+1 akan dihitung pada lusa.

Meskipun hari penyelesaian transaksi maksimal T+7, proses cepat atau tidaknya pencairan (redemption) reksadana bergantung pada jenis reksadana dan bank kustodian investor atau nasabah.

Di aplikasi, Bibit.id memiliki 3 jenis reksadana yaitu, pasar uang, obligasi/pendapatan tetap, dan pasar saham. Dari 3 jenis reksadana tersebut, memiliki waktu pencairan yang berbeda-beda, untuk reksadana obligasi dan saham memiliki rentan waktu pencairan T+3 sampai T+7. Sedangkan pasar uang memiliki waktu pencairan T+2.

Nah, reksadana ternyata cukup liquid (mudah dicairkan) dibandingkan dengan investasi lain seperti deposito dan properti dengan rentan waktu pencarian 2-7 hari kerja aja.

So, nggak usah ragu lagi buat investasi reksadana sekarang. Investasi reksadana yang mudah dan otomatis di aplikasi Bibit.id. Yuk, mulai investasimu sekarang bersama Bibit,id!

5.png