Investasi yang Baik? Pakai Uang Sisa!

Kalian pernah nggak, pengen investasi tapi nggak punya dana? Akhirnya kalian maksa investasi dan nyari uang dengan pinjam teman? Salah kalau caranya kayak gitu, sebenarnya investasi itu nggak harus maksain diri sendiri kok.

Pertama, saat kamu dapat penghasilan, kalian harus tau perbedaan antara uang butuh dan uang sisa. Apa itu uang butuh? Berapa persentase dari penghasilan?

Uang Butuh

Uang butuh adalah uang yang kamu pakai untuk kebutuhan sehari-hari. Kebutuhan nggak bisa ditunda, karena saat kebutuhan kalian terpenuhi, hidup akan terasa lebih nyaman. Jadi, kalau kamu investasi pakai uang butuh, percaya deh, kamu akan tergoda untuk tarik lagi uang itu. Nah, kalau kamu nggak tarik uang tersebut, hidup bakal jadi terasa susah karena nunda kebutuhan.

Berapa sih persentase uang butuh? Persentase uang butuh adalah 50% dari penghasilan kamu. Tapi, beda cerita kalau kamu berpenghasilan besar, persentase ini terasa berlebihan, karena artinya kamu akan mengeluarkan uang terlalu banyak.

Kita pakai contoh biar lebih gampang. Misalnya, kamu punya penghasilan sebesar 5 juta per bulan, berarti 50% dari penghasilan kamu sebesar 2,5 juta, cukup ideal kan?

Nah, sekarang kita coba bayangkan kamu dapat promosi di kantor, gaji kamu per bulan jadi 50 juta, berarti 50% dari penghasilan kamu sebesar 25 juta, kamu yakin pengeluaran selama satu bulan untuk kebutuhan bisa sebesar itu? Terlihat boros banget kan?

Intinya, sesuaikan uang kebutuhan lebih dulu, persentase 50% bisa jadi patokan kamu. Tapi, semakin banyak kamu nabung, semakin baik juga untuk kamu.

Uang Sisa

“Kalau investasi nggak bisa pakai uang kebutuhan, terus pakai apa dong?”

Jawabannya, uang sisa. Apa itu uang sisa? Adalah uang sisa setelah semua pengeluaran dan kebutuhan terpenuhi. Atau bisa juga disebut sebagai uang hasil dari penghematan selama satu bulan.

Cara Sisakan Uang

Terkadang, bisa aja kita nggak bisa sisakan uang kita. Apalagi pas kamu merasa butuh, kamu pasti langsung beli barang tersebut. Nah, bagaimana cara sisakan uangmu?

Pertama, buat anggaran pengeluaran. Buat “sekasar” mungkin, jangan seminim mungkin, jadi yang akan kamu rasakan adalah cukup, bukan kurang.

Kedua, harus tau apa aja semua kebutuhan kamu. Kamu udah menjalankan hidup sehari-hari, secara logika, kamu tau apa aja yang kamu butuhkan tiap bulannya, ini menghindari pembelian impulsif dan konsumtif.

Terakhir, bandingkan harga sebelum membeli, dalam hal apapun. Yakin deh, kalau kamu survey sebelum membeli, kamu bisa dapatkan dengan “nilai” yang sama, tapi dengan harga yang lebih murah. Hal ini akan membuat pengeluaran kamu lebih enak dilihat.

Nah, kalau kamu udah bisa sisakan uang kamu, langsung kamu “suntik” aja ke Bibit.id. Investasi? Di Bibit aja!