Tips Investasi
Di tengah berbagai kondisi market, Reksa Dana Pasar Uang menjadi kelas aset yang tidak pernah memberikan return tahunan negatif dengan drawdown mendekati nol.
Inflasi Mei 2026 lampaui ekspektasi; negosiasi gencatan senjata AS-Iran dilaporkan terhenti.
Portofolio investasi perlu memiliki fondasi kuat agar dapat menahan penurunan ketika market koreksi. Instrumen investasi Reksa Dana Pasar Uang dan Obligasi Negara bisa menjadi fondasi portofolio kamu.
26 Mei 2026: IHSG turun -32,4% dari puncaknya seiring pelemahan rupiah, rebalancing index, dan ketidakpastian regulasi di sektor komoditas.
Dengan kondisi market saat ini yang fluktuatif, melakukan diversifikasi investasi dapat membantu mengurangi volatilitas keseluruhan portofolio. Strategi 60/40 (60% obligasi dan 40% saham) dapat menyeimbangkan risiko dan imbal hasil.
Market sangat sulit untuk ditebak. Dalam 5 tahun terakhir, kelas aset dengan kinerja terbaik cenderung berubah setiap tahunnya. Tidak ada satu kelas aset yang konsisten berada di posisi teratas.
Imbal hasil ST016 berpotensi naik jadi 6,75% p.a. jika BI tetap mempertahankan suku bunga acuan hingga Agustus 2026. Simak perhitungannya!
19 Mei 2026: Senat AS mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya hingga Rupiah tertekan faktor global dan seasonality. Baca selengkapnya!
Saat market bergerak volatil, perkuat portofolio kamu dengan investasi di ST016. Imbal hasil naik jika BI Rate naik, tapi tidak akan turun dari imbal hasil minimumnya. Imbal hasil ST016 lebih tinggi dari 5 SBN sebelumnya (SR024, ORI029, ST015, ORI028, SR023).

9 Juni 2026: Rupiah sentuh 18.190 (-8,3% YTD), level terendah sejak 2020, IHSG turun -38% YTD, hingga rilis data ketenagakerjaan AS.