Tips Investasi
Kesempatan terakhir mengunci return SBR015 yang masih bisa naik jika BI Rate naik, dan tidak turun di bawah minimum jika BI Rate turun. Kuota masih menipis, dengan tenor 2 tahun yang menjadi favorit investor dan sisa kuota <10% (per 21 Oktober 2026 pukul 11.00 WIB)
20 Okt 2026: Harga minyak sempat sentuh US$110/barrel, sementara inflasi AS September naik di atas ekspektasi. Baca selengkapnya!
Saat kamu investasi di Reksa Dana Pasar Uang atau SBN Retail seperti SBR015, return relatif naik secara stabil dan juga rendah risiko.
Kunci minimum return 6,75% p.a. dari SBR015 yang masih bisa naik jika BI Rate naik tapi anti turun dari batas minimumnya dengan skema imbal hasil floating with floor.
13 Okt 2026: Harga minyak naik seiring meluasnya konflik di Timur Tengah, sementara FTSE Russell mempertahankan status Indonesia. Selengkapnya!
SBR015 menjadi pilihan aset yang rendah risiko dan lebih untung dari deposito bank. Bunga deposito bank umum yang dijamin LPS bisa berubah mengikuti arah suku bunga. Sementara, SBR015 tidak akan turun dari batas minimum kupon 6,75% p.a.
SBR015-T2 (tenor 2 tahun) dengan minimum return 6,75% paling diminati. Kuota terbatas, beli sebelum 22 Oktober 2026.
SBN Savings Bond Ritel SBR015 menjadi investasi yang menarik di tengah ketidakpastian arah suku bunga, karena ada return (kupon) floating with floor: Jika BI Rate naik, maka return SBR015 otomatis akan ikut naik. Jika BI Rate turun, return tidak akan turun dari batas minimumnya.
Dua faktor yang paling menentukan dalam mencapai goals investasi adalah waktu dan konsistensi. Semakin dini kamu mulai, semakin ringan modal bulanan yang dibutuhkan untuk mencapai target yang sama.

Harga Minyak Tertinggi Sejak April: Harga minyak Brent naik +6,3% WoW ke US$116,7/barrel di tengah eskalasi konflik Houthi dan Arab Saudi. → Berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi, sehingga The Fed masih diproyeksikan menaikkan suku bunga hingga akhir 2026..