Market Summary
Eskalasi Konflik AS-Iran: Militer AS dan Israel melancarkan serangan militer terbesar yang pernah ditujukan ke Iran pada Sabtu (28/2). → pada fase eskalasi geopolitik di Timur Tengah, komoditas minyak serta emas umumnya menjadi menjadi beneficiary awal.
Realisasi APBN Januari 2026: Realisasi APBN mencatatkan defisit Rp54,6 triliun setara 0,21% PDB (vs. Januari 2025: defisit 0,09% terhadap PDB). → berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, meski terdapat risiko pelebaran fiskal.
Outlook Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Membaik: Konsensus Bloomberg merevisi naik proyeksi pertumbuhan 2026 ke +5,2% YoY dan 1Q26 ke +5,23% YoY. → pertumbuhan menguat seiring ekspektasi percepatan belanja pemerintah.
What Happened in the Market
Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan pada Sabtu (28/2) bahwa militer AS dan Israel melancarkan serangan militer terbesar yang pernah ditujukan ke Iran. Pemimpin Tertinggi Iran, Khamenei, dikonfirmasi tewas, bersama Menteri Pertahanan dan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
Bloomberg dan Reuters melaporkan bahwa Saudi Aramco telah menghentikan operasi di kilang Ras Tanura, salah satu kilang minyak terbesar di Arab Saudi dengan kapasitas 550.000 barrel minyak mentah per hari, sebagai tindakan pencegahan setelah daerah tersebut mendapatkan serangan drone.
Perusahaan energi milik Qatar sekaligus produsen liquefied natural gas (LNG) terbesar di dunia, QatarEnergy, pada Senin (2/3) mengatakan telah menghentikan produksi LNG setelah fasilitas operasionalnya di Ras Laffan dan Mesaieed diserang oleh drone Iran.
Kementerian Keuangan mencatat bahwa realisasi APBN 2026 hingga akhir Januari 2026 mengalami defisit Rp54,6 triliun atau setara 0,21% terhadap PDB (vs. Januari 2025: defisit 0,09% terhadap PDB; target APBN 2026: defisit 2,68% terhadap PDB).
Pendapatan negara naik +9,5% YoY, didorong penerimaan pajak, yang secara neto naik +30,7% YoY dan kontraksi restitusi -23% YoY.
Belanja negara naik +25,7% YoY, nominal belanja tertinggi setidaknya sejak 2019, didorong oleh akselerasi belanja yang ditujukan untuk mendukung program prioritas, menjaga daya beli, dan mendorong pertumbuhan ekonomi selama 1Q26.
S&P Global Ratings pada Kamis (26/2) memperingatkan bahwa meningkatnya tekanan fiskal — khususnya biaya pembayaran utang yang lebih tinggi — meningkatkan risiko penurunan profil sovereign credit Indonesia dan dapat menyebabkan penurunan rating.
Konsensus ekonom mengekspektasikan ekonomi Indonesia akan tumbuh +5,2% YoY selama 2026, berdasarkan survei terbaru dari Bloomberg pada Februari 2026 (vs. ekspektasi konsensus pada survei Januari 2026: +5,03% YoY).
Konsensus ekonom Bloomberg juga menaikkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi periode 1Q26 dari +4,99% YoY menjadi +5,23% YoY.
S&P Global mencatat bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia naik ke level 53,8 pada Februari 2026 (vs. Januari 2026: 52,6), menandai level tertinggi sejak Maret 2024 sekaligus menandai ekspansi aktivitas pabrik dalam 7 bulan beruntun.BPS juga mencatat inflasi indeks harga konsumen (IHK) Indonesia mencapai 4,76% YoY pada Februari 2026 (vs. Januari 2026: inflasi 4,3% YoY), lebih tinggi dibandingkan target inflasi Bank Indonesia pada 2026 di kisaran 2,5±1%. Lonjakan ini disebabkan oleh low–base effect pada komponen tarif listrik seiring diskon tarif listrik selama periode Januari–Februari 2025.Menteri Keuangan Purbaya, mengatakan pada Senin (23/2) bahwa penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di himpunan bank milik negara (Himbara) akan diperpanjang selama 6 bulan per 13 Maret 2026.
What’s the Impact?
Secara Global: Ketegangan AS–Iran meningkatkan risiko gangguan di Selat Hormuz, mengingat Iran berada di tepi jalur tersebut dan memiliki pengaruh langsung terhadap keamanan lalu lintasnya. Setiap gangguan signifikan pada Selat Hormuz – yang merupakan chokepoint strategis di mana 20% ekspor minyak dan sebagian besar LNG global melewati jalur sempit ini – berpotensi mempengaruhi pasokan energi global dan harga komoditas.
Per 2 Maret 2026, harga emas ditutup naik +0,8% setelah sempat naik +2,6% seiring aliran dana ke aset safe haven, sementara harga minyak Brent ditutup naik +7,3%. Sementara itu, harga batu bara Newcastle naik +8,7% pada penutupan hari yang sama, mencapai level penutupan tertinggi dalam setahun. Kenaikan ini dipicu lonjakan harga gas alam sebagai substitusi batu bara di sektor pembangkit listrik, menyusul terhentinya produksi LNG oleh QatarEnergy.
Untuk Indonesia: Realisasi defisit APBN yang lebih lebar dibanding Januari 2025 mencerminkan ekspansi belanja pemerintah di awal tahun, yang berpotensi menopang aktivitas ekonomi dalam jangka pendek. Sementara itu, diperpanjangnya penempatan dana pemerintah di Himbara menjadi sentimen positif bagi kondisi likuiditas perbankan. Bank Indonesia sendiri mencatat bahwa pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2026 meningkat +10% YoY (vs. Desember 2025: +9,6% YoY).
Why Should I Care?
Pada fase eskalasi geopolitik di Timur Tengah, komoditas minyak serta emas umumnya menjadi menjadi beneficiary awal. Namun arah harga komoditas dan sentimen IHSG akan sangat ditentukan oleh berapa lama Selat Hormuz terganggu dan respons negara global lainnya. Jika konflik mereda dan Selat Hormuz tetap terbuka — seperti di Juni 2025 — sentimen negatif pasar cenderung terbatas dan rebound cepat berpotensi terulang. Namun, gangguan berkepanjangan meningkatkan risiko inflasi energi dan sentimen negatif yang lebih dalam.
Di sisi domestik, percepatan belanja sejalan dengan strategi optimalisasi anggaran, di mana pemerintah mendorong realisasi belanja lebih merata sepanjang tahun guna menghindari penumpukan di akhir tahun. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memproyeksikan percepatan belanja pada awal tahun ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi ke kisaran +5,5–6% YoY pada 1Q26 (vs. 4Q25: +5,39% YoY).
Di sisi lain, realisasi APBN pada Januari 2026 kembali meng–highlight risiko pelebaran defisit fiskal dari yang ditargetkan. Meski demikian, Direktur Jenderal di Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menegaskan bahwa target pertumbuhan pemerintah pada tahun ini akan tetap mempertahankan defisit fiskal dalam batas 3% terhadap PDB.
Dengan demikian, penting bagi investor untuk tidak panik dan tetap menjaga alokasi aset portofolio sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Top Reksa Dana Pasar Uang di Bibit
*Return reksa dana per 27 Februari 2026.
Reksa dana bertanda petir bisa dicairkan instan.
Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan.
Top Reksa Dana Obligasi di Bibit
*Return reksa dana per 27 Februari 2026.
Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan.
Kinerja Saham Perbankan dalam 5 Tahun Terakhir
Data saham per 27 Februari 2026, memperhitungkan price return dan dividend. Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan.
Writer: Bibit Investment Research Team
Disclaimer: Konten ini hanya dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan rekomendasi untuk beli/jual produk investasi tertentu. Always do your own research.
In Case You Missed It
🏦 Mini Unboxing BBCA: Fundamental Tangguh dengan Dividen ~5% per Tahun – Secara historis, BBCA konsisten membagikan dividen selama 17 tahun berturut-turut (tahun buku 2009-2024). Pada harga Rp7.225 per 20 Februari 2026, potensi dividend yield mencapai ~4,9% per tahun.
📆 SR024: SBN Syariah Pertama di 2026 Segera Terbit 6 Maret 2026 – Imbal hasil SR024 bersifat fixed rate yang berarti nilainya akan tetap stabil dan anti turun meskipun kondisi market tak pasti ataupun suku bunga BI turun lagi.
Other Articles
⚪ Unboxing Metals 101: Global Thematic & IDX Proxies – Simak unboxing ini untuk kamu yang ingin memahami dinamika komoditas logam lebih dalam (supply-demand, thematic global, serta proxy di IHSG).
💸 Laba Bersih Bank Only BMRI (+16% YoY) & BBNI (+3% YoY) Tumbuh di Jan–26 – Berikut kinerja BMRI dan BBNI yang telah melaporkan realisasi kinerja bank only periode Januari 2026.
🏦 BBRI 2025: Laba Bersih -5% YoY, Sejalan Ekspektasi – BBRI mencatatkan laba bersih Rp15,9 triliun pada 4Q25 (+7% YoY, +9% QoQ), menunjukkan peningkatan kinerja dibandingkan realisasi laba bersih 9M25 yang turun -10% YoY.
