Market Summary
Update Seputar MSCI: OJK, BEI, dan KSEI telah bertemu dengan MSCI dan mengusulkan sejumlah langkah untuk mengatasi isu investability. → berpotensi meredakan kekhawatiran investability secara bertahap.
Downgrade Outlook Indonesia oleh Moody’s: Downgrade outlook Indonesia dari ‘stable’ menjadi ‘negative’, meski mempertahankan peringkat kredit Baa2. → berpotensi memberikan sentimen negatif, yield obligasi 10Y naik +11 bps per 6 Februari 2026.
Rilis Data Ekonomi Indonesia: Pertumbuhan ekonomi Indonesia menguat pada 4Q25 dan mendorong pertumbuhan 2025 ke level tertinggi dalam 3 tahun. → momentum pertumbuhan jangka pendek berpotensi mendorong minat investor asing.
| Index | Latest | WoW | YtD |
|---|---|---|---|
| IHSG | 7.935,3 | ▼ -4,73% | ▼ -8,23% |
| IDR 10Y Yield | 6,44% | ▲ +10 bps | ▲ +37 bps |
| Deposito 12M | 3,59% | ▼ -7 bps | ▼ -11 bps |
| Asset | 1W | 1M | YtD |
|---|---|---|---|
| Obligasi | +10,58 | +11,48 | +13,05 |
| Saham | -1,19 | -12,76 | -11,06 |
What Happened in the Market
Update seputar MSCI: OJK, BEI, dan KSEI telah bertemu dengan MSCI dan mengusulkan sejumlah langkah untuk mengatasi isu investability, termasuk menambah rincian klasifikasi investor dari 9 kategori menjadi 27 kategori, mengungkap kepemilikan saham dengan porsi ≥1%, dan menaikkan minimum free float dari 7,5% menjadi 15%.
Moody’s Ratings men–downgrade outlook Indonesia dari ‘stable’ menjadi ‘negative’, meski mempertahankan peringkat kredit Baa2. Perubahan outlook tersebut didasarkan pada berkurangnya predictability dalam kebijakan pemerintah, yang berpotensi menghambat efektivitas kebijakan serta mengindikasikan tata kelola yang lemah.
Moody’s juga men–downgrade outlook dari ‘stable’ menjadi ‘negative’ untuk sejumlah perusahaan.
Menyusul berita tersebut, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik +11 bps ke level 6,4% per 6 Februari 2026, tertinggi sejak September 2025.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 4Q25 meningkat menjadi +5,39% YoY (vs. 3Q25: +5,04% YoY), di atas ekspektasi konsensus. Hasil ini membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2025 mencapai +5,11% YoY, tertinggi dalam 3 tahun.
BPS juga mencatat inflasi indeks harga konsumen (IHK) di Indonesia mencapai 3,55% YoY pada Januari 2026 (vs. Desember 2025: inflasi 2,92% YoY), tertinggi sejak Mei 2023 dan lebih tinggi dibandingkan target inflasi Bank Indonesia pada 2026 di kisaran 2,5±1%. Lonjakan ini disebabkan oleh low–base effect pada komponen tarif listrik seiring diskon tarif listrik pada awal tahun 2025.
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Selasa (3/2) bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran senilai ~Rp12,8 triliun untuk paket stimulus ekonomi periode 1Q26. Stimulus ini akan diberikan selama Februari–Maret 2026.
Earnings Season FY 2025: Berikut adalah performa laba bersih FY 2025 dari sejumlah emiten bank besar yang telah merilis laporan keuangannya per pekan lalu, dengan kinerja 4Q25 menunjukkan perbaikan seiring akselerasi pertumbuhan kredit.
Sumber: Stockbit, Presentasi Perusahaan, Earnings Call.
Presiden AS, Donald Trump, pada Jumat (6/2) waktu setempat menandatangani perintah eksekutif yang akan mengenakan tarif sebesar 25% pada negara yang berbisnis dengan Iran. Perintah tersebut muncul di tengah ketegangan antara Iran dan AS yang masih berlangsung, meskipun kedua negara melakukan pertemuan di Oman.
What’s the Impact?
Secara Global: Pelaku pasar saat ini masih memperhatikan perkembangan negosiasi AS–Iran, menyusul perintah presiden Trump untuk mengenakan tarif kepada negara yang berbisnis dengan iran, yang membuat harga minyak cenderung volatil namun sedikit turun karena ekspektasi de-eskalasi ketegangan AS–Iran.
Untuk Indonesia: Meskipun terdapat progress MSCI, downgrade outlook oleh Moody’s ratings terhadap Indonesia dan sejumlah perusahaan sempat memberikan sentimen negatif. Namun Moody’s tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2 yang masih termasuk investment grade.
Why Should I Care?
Sentimen risiko global belum menunjukkan perubahan signifikan. Namun, ketidakpastian geopolitik masih membayangi seiring dinamika negosiasi Iran–AS.
Penurunan outlook dari Moody’s sempat membuat imbal hasil obligasi pemerintah naik +11 bps ke 6,44% dan IHSG -2,08%. Namun dengan penurunan outlook pada tanggal 6 Februari 2026, setelahnya pasar saham (IHSG) tetap ditutup dengan +Rp959 miliar net foreign inflow. Penting untuk investor agar tidak panik dan tetap menjaga alokasi aset portofolio sesuai profil risiko masing-masing. Secara fundamental, momentum laba bersih bank-bank besar mulai berbalik ke arah positif memasuki 4Q25.
Top Reksa Dana Pasar Uang di Bibit
*Return reksa dana per 6 Februari 2026. Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan.
Top Reksa Dana Obligasi di Bibit
*Return reksa dana per 6 Februari 2026. Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan.
Kinerja Saham Perbankan dalam 5 Tahun Terakhir
Data saham per 6 Januari 2026, memperhitungkan price return dan dividend.
Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan.
ORI029 Berakhir Minggu Depan, Kunci Return & Dapatkan Passive Income Bulanan
Masa penawaran hanya sampai 19 Februari 2026
Writer: Bibit Investment Research Team
Disclaimer: Konten ini hanya dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan rekomendasi untuk beli/jual produk investasi tertentu. Always do your own research.
In Case You Missed It
📄Dividen Bisa Jadi Bebas Pajak dengan Reinvestasi ke SBN ORI029 – Dividen yang diterima individu bisa direinvestasikan ke berbagai aset seperti Reksa Dana, Obligasi Negara, hingga Saham. Namun, Obligasi Negara seperti Obligasi FR dan SBN retail dengan tenor 3 tahun akan lebih memudahkan pelaporan pajak.
💰Alternatif Passive Income Lebih Tinggi dengan Dividend Investing – Di tengah ketidakpastian pasar, dividend investing dapat jadi strategi yang bisa dipertimbangkan oleh investor. Kuncinya dengan memilih perusahaan berfundamental baik, mempunyai laba yang cukup stabil, cashflow yang sehat, dan memiliki track record pembayaran dividen yang konsisten.
Other Articles
🏦 Indo Banks: Capturing Momentum Reversal with ~8% Dividend Cushion – Titik terendah kinerja Big 4 Banks telah terlewati dan momentum mulai berbalik positif, membuka peluang pemulihan level valuasi di tengah potensi dividend yield hingga ~8%. Top picks: BBCA dan BMRI.
🛍️ Kompilasi Buyback Pasca–Pengumuman MSCI – Sejumlah emiten telah mengumumkan rencana buyback saham di tengah penurunan market akibat concern terkait investability yang diumumkan oleh MSCI.
🤑 Laba Bersih 2025 BMRI +1% YoY, Lampaui Ekspektasi – BMRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp18,6 triliun pada 4Q25 (+35% YoY, +40% QoQ), membuat laba bersih 2025 naik +1% YoY menjadi Rp56,3 triliun, jauh melampaui ekspektasi konsensus yang memperkirakan penurunan -8% YoY.
