Promo Top Up Privilege Bibit Premium Total Cashback Rp625 Ribu

Khusus untuk nasabah Bibit Premium, dapatkan cashback senilai Rp625 ribu dengan investasi di produk reksa dana yang dikelola oleh BRI-Manajemen Investasi (MI). 

  • Promo hanya berlaku bagi nasabah Bibit Premium, baik nasabah aktif ataupun dalam grace period.

  • Setiap pembelian Rp25 juta, dapatkan cashback sebesar Rp125 ribu dalam bentuk reksa dana BRI MSCI Indonesia ESG Screened Kelas A.

  • Periode top-up: 12 - 21 Februari 2025

  • Periode perhitungan: 22 Februari - 22 Maret 2025

  • Jika sudah melakukan pembelian, wajib melakukan konfirmasi kepada Wealth Specialist untuk keperluan pencatatan promo.

Detail Syarat dan Ketentuan

  • Berlaku untuk pembelian produk:

    • BRI Seruni Pasar Uang Syariah

    • BRI Seruni Pasar Uang III

    • BRI MSCI Indonesia ESG Screened Kelas A

  • Setiap pembelian minimal Rp25 juta berhak untuk mendapatkan cashback reksa dana sebesar Rp125 ribu (maksimal pembelian Rp125 juta per nasabah atau total cashback Rp625 ribu).

  • Kuota promo terbatas hanya 80 kuota (maksimal 5 kuota per user atau pembelian  senilai Rp125 juta).

  • Pengguna tidak diperkenankan melakukan switching portofolio, switching produk, ataupun menjual produk BRI-MI apapun selama periode promo berlangsung (termasuk saat periode top-up dan periode perhitungan).

  • Hadiah cashback berupa unit penyertaan produk Reksa Dana BRI MSCI Indonesia ESG Screened Kelas A.

  • Masa Perhitungan user yang eligible untuk mendapatkan cashback (22 Februari - 22 Maret 2025) sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

  • Hadiah cashback akan dikirimkan maksimal 14 hari kerja setelah berakhirnya periode perhitungan.

  • Promo tidak berlaku untuk transaksi pembelian Reksa Dana menggunakan Robo

  • Bibit dapat mengubah atau memberhentikan promo dan syarat ketentuan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

  • Bibit berhak untuk membatalkan pemberian cashback apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan oleh pengguna dan/atau pelanggaran syarat dan ketentuan.

The Fed: Reaffirms 'Higher for Longer' Narrative—At Least for Now

The Fed: Reaffirms 'Higher for Longer' Narrative—At Least for Now

  • Komentar bernada hawkish (suku bunga tinggi bertahan lebih lama) datang dari anggota The Fed dan rilis data indeks keyakinan AS yang jauh melampaui ekspektasi konsensus.

  • Pejabat The Fed juga mengatakan pihaknya tidak sepenuhnya menutup kemungkinan terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut, meski peluangnya kecil.

  • Anggota The Fed mencatat indikator ekonomi yang kuat dan data inflasi 1Q24 yang mengecewakan membuat mereka memerlukan waktu yang lebih lama untuk yakin inflasi bergerak menuju target yang menjadi syarat untuk menurunkan suku bunga.

Ekonomi AS: Softer Economic Results

  • Inflasi inti mereda pada April menjadi 0,3% MoM dan 3,6% YoY, sejalan dengan ekspektasi konsensus, menandakan inflasi inti terendah sejak tiga tahun terakhir.

  • Di sisi lain, Personal Consumption Expenditures (PCE) inti tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya, 2,8%, menandakan PCE inti terendah sejak Maret 2021.

  • Meski inflasi mereda, namun angka tersebut masih berada di atas target the Fed yang menargetkan 2% sepanjang 2024.

Bank Indonesia Tahan BI Rate Di 6,25%, Namun Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Kembali Tembus Rp16.200

  • BI pada Rabu (22/5) mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 6,25%, sesuai dengan ekspektasi konsensus.

  • Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan hal ini sebagai langkah untuk memastikan inflasi tetap terkendali di kisaran 1,5–3,5% & menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

  • Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menembus Rp16.200 per Senin (3/6) seiring sikap hawkish The Fed.

What’s The Impact?

Dari dalam negeri, depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang kembali menembus level Rp16.200 juga membuat arah kebijakan moneter Bank Indonesia menjadi tidak menentu, meski konsensus memperkirakan bahwa BI Rate telah melewati level puncaknya.

Have a long-term oriented mind: Meskipun market secara historis fluktuatif jangka pendek, namun konsisten naik dalam jangka panjang!

💡Alternatif Investasi di Kondisi Pasar Saat Ini

  • Short-term safety

    • Kesempatan kunci yield tinggi Obligasi FR short-term: PBS032

    • Reksa Dana Pasar Uang untuk pilihan jangka pendek pergerakan stabil

  • Market volatil, waktunya terapkan SIP

    • Pakai SIP di Bibit untuk investasi rutin Reksa Dana Obligasi. Strategi investasi mudah tanpa perlu market timing untuk raih return optimal jangka panjang.

  • Koreksi di pasar saham bisa jadi kesempatan investasi saham untuk long-term growth

    • Perbankan (BMRI, BBRI, BBCA, BBNI), 

    • Konsumer (MYOR, INDF, ICBP), dan

    • Lainnya (TLKM, ASII) dengan valuasi yang menarik. 

Writer: Investment Research Team

Disclaimer: Konten ini hanya dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan rekomendasi untuk beli/jual produk investasi tertentu.

Market Updates

Selama Mei 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun -3,64% MoM, dengan aliran dana dari investor asing tercatat outflow sebesar Rp14,3 triliun.

Di sisi lain, Indeks Obligasi Pemerintah Indonesia (IBPA Total Return) tercatat naik +1,88% MoM dan diikuti inflow dana asing sebesar Rp19,5 triliun.

Pergerakan Obligasi dan Deposito – Mei 2024

  • Indonesia Government Bond Yield 10Y berada di 6,92%, turun 32 bps dibanding 7,25% pada April 2024.

  • Indonesia Government Bond Yield 5Y berada di 6,89%, turun 27 bps dibanding 7,16% pada April 2024.

  • Indonesia Government Bond Yield 1Y berada di 6,65%, turun 59 bps dibanding 7,24% pada April 2024.

  • Rata-rata bunga deposito perbankan Indonesia (TD Rate 12M) berada di 4,00%.

Pergerakan Saham – Mei 2024

  • IHSG ditutup di level 6.971, turun -3,64% MoM pada Mei 2024.

  • Sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi adalah barang baku (+4,52% MoM), sedangkan yang mengalami penurunan terdalam adalah perindustrian (-8,01% MoM).

  • Di level saat ini, IHSG berada pada P/E Ratio 11,7x.

Writer: Investment Research Team

Disclaimer: Konten ini hanya dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan rekomendasi untuk beli/jual produk investasi tertentu.