Kenali Berbagai Strategi dalam Investasi Obligasi FR

Obligasi FR (Fixed Rate) yang diterbitkan pemerintah Indonesia memiliki berbagai jenis seri dengan yield (imbal hasil), kupon, hingga jatuh tempo yang berbeda. Ada yang jatuh temponya setahun lagi, tetapi ada juga yang jatuh tempo hingga 20 tahun lagi.

Cari tahu berbagai strategi investasi obligasi yang biasanya digunakan investor untuk mencapai tujuannya! Mana yang sesuai dengan kebutuhanmu?

1. Buy and Hold

Salah satu strategi konservatif dan pasif, di mana investor membeli Obligasi FR dan hold hingga jatuh tempo sambil mengumpulkan keuntungan dari kupon. 

Keunggulan:

  • Dapat mengunci return pasti (yield Obligasi FR tidak akan berubah jika di-hold hingga jatuh tempo)

  • Memperoleh cash flow stabil dan pasti dari pembayaran kupon berkala

  • Minim risiko dari fluktuasi harga dan suku bunga

Risiko / Tantangan:

  • Harus hold dalam waktu lama jika memilih Obligasi FR dengan tenor jangka panjang

2. Active Bond Investing

Melakukan beli & jual Obligasi FR secara aktif untuk dapat hasil return yang optimal. Strategi ini memiliki karakteristik cenderung lebih berisiko daripada investasi obligasi pasif, tetapi juga memiliki potensi untuk menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi.

Keunggulan: 

  • Bisa mendapatkan keuntungan lebih dari capital gain jika menjual obligasi lebih tinggi dari harga beli

Risiko / Tantangan:

  • Investor perlu memiliki kemampuan untuk memahami situasi pasar dengan berbagai faktor seperti ekspektasi suku bunga, data ekonomi, hingga rating/peringkat obligasi.

3. Bond Laddering

Strategi investasi dengan memiliki berbagai seri obligasi dengan jatuh tempo yang berbeda dalam suatu portofolio. Ketika salah satu obligasi telah jatuh tempo, maka investor dapat menginvestasikan kembali hasilnya ke obligasi lain dengan jatuh tempo yang lebih lama.

Keunggulan:

  • Bisa memperoleh cash flow lebih rutin karena ada berbagai seri Obligasi FR yang membagikan kupon di tanggal yang berbeda

  • Minim risiko dari fluktuasi harga dan suku bunga

Risiko / Tantangan:

  • Perlu mencari tahu/riset beragam seri FR dengan jatuh tempo serta yield yang cocok untuk portofolio.

4. Short-Term Investing

Berfokus kepada obligasi jangka pendek yang biasanya memiliki jatuh tempo kurang dari tiga tahun. 

Keunggulan:

  • Obligasi jangka pendek cenderung memiliki tingkat volatilitas rendah, sehingga pergerakan stabil.

  • Cocok untuk menempatkan idle money untuk jangka pendek atau berorientasi pada perlindungan nilai pokok investasi.

Risiko / Tantangan: 

  • Yield (imbal hasil) Obligasi FR jangka pendek cenderung lebih kecil dibanding FR jangka panjang.

Strategi investasi mana yang cocok untukmu? Kamu bisa sesuaikan dengan tujuan investasi serta profil risiko!

The More You Know: Strategi Lain yang Bisa Dipelajari

  • Immunization

Strategi immunization melibatkan pemilihan obligasi dengan durasi yang disesuaikan dengan time horizon investasi. Sebagai contoh, seorang investor memiliki tujuan investasi untuk dana pendidikan yang akan digunakan pada tahun 2033. Untuk itu, investor tersebut akan memilih seri obligasi dengan durasi 10 tahun. 

Istilah durasi dalam Obligasi sendiri adalah ukuran seberapa sensitif harga obligasi terhadap perubahan suku bunga.

Dalam menerapkan strategi ini, investor hendaknya memilih obligasi dengan peringkat tinggi yang memiliki risiko gagal bayar minim.

  • High-yield bond investing

Merupakan salah satu strategi yang tergolong paling agresif, di mana investor akan mencari obligasi yang menawarkan imbal hasil tinggi, meski memiliki risiko yang lebih besar pula. Salah satu contohnya adalah obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan atau negara dengan peringkat kredit rendah.

Karena risiko investasinya yang lebih tinggi, strategi ini tidak disarankan untuk investor pemula atau yang memiliki profil risiko konservatif hingga moderat. 

Writer: Investment Research Team

Disclaimer: Konten dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual reksa dana/produk tertentu.