Kamu Investor Pemula? Ini Tips Investasi untuk Kamu!

reksadana


Reksa dana adalah jenis investasi paling populer untuk investor pemula. Mengapa? Karena investasi ini cukup sederhana untuk dipahami. Kamu hanya perlu meluangkan sekitar dua atau tiga menit untuk membaca artikel ini dan kamu akan siap untuk mulai berinvestasi.

Apa itu Reksa Dana?

Reksa dana adalah sebuah wadah investasi di mana Manajer Investasi mengumpulkan dana dari masyarakat untuk diinvestasikan dan dikelola secara profesional ke dalam berbagai macam instrumen investasi. Instrumen investasi tersebut meliputi, saham, obligasi, dan pasar uang atau kombinasi dari aset-aset tersebut.

Bagaimana Cara Kerja Reksa Dana?

Dana yang masuk di reksa dana akan digunakan untuk membeli instrumen investasi oleh seorang fund manager (Manajer Investasi) supaya nilai dana kamu berkembang.

Apa Keuntungan Investasi Reksa Dana?

Secara ringkas keuntungan dari reksa dana dapat dijelaskan dalam tiga kata yaitu kesederhanaan, diversifikasi, dan aksesibilitas.

1. Sederhana

Kebanyakan investor tidak memiliki pengetahuan, waktu atau sumber daya untuk membangun portofolio saham dan obligasi mereka sendiri. Reksa dana dikelola secara profesional oleh manajer investasi, sehingga investor tidak perlu memiliki pengetahuan berinvestasi di pasar modal untuk sukses bersama mereka.

2. Diversifikasi

Semua investor, pemula ataupun pro, tahu bahwa meletakkan semua telur mereka ke dalam satu keranjang tidaklah bijaksana. Untuk melakukan diversifikasi dengan saham, investor mungkin perlu membeli 20 atau lebih saham untuk mencapai diversifikasi yang cukup. Dengan reksa dana, uang investor akan didiversifikasi oleh manajer investasi ke dalam beberapa jenis saham dan obligasi sehingga resikonya akan lebih terjaga.

   
3. Investasi reksadana sangat terjangkau

Dengan hanya Rp 100.000, seorang investor dapat mulai berinvestasi di reksa dana. Selain dana yang relatif kecil untuk memulai, investasi reksa dana, reksa dana juga tidak dikenakan pajak sehingga keuntungan dari investasi reksa dana bisa diterima tanpa potongan.


Meskipun konsep dan strategi investasi jarang diajarkan di sekolah, investor pemula dapat menemukan kiat mudah tentang cara membeli reksa dana online dan memulai berinvestasi dalam hitungan menit.

Apa Risiko Investasi Reksa Dana?

Baik itu saham, obligasi, ataupun reksadana semua terdapat risiko pasar, yang disebabkan karena fluktuasi nilai. Jadi terlepas dari berinvestasi dalam saham individu atau reksadana saham, kamu harus memiliki pemahaman bahwa pasar akan bergerak, kadang naik kadang turun.

Pilihlah Reksadana Sesuai Tujuan Kamu Berinvestasi

Dalam memilih reksadana, cara yang paling tepat adalah mencocokkan antara tujuan keuangan dengan jenis reksadana. Definisi tujuan keuangan secara spesifik adalah kapan tujuan tersebut harus tercapai. Jika tujuannya dibutuhkan kurang dari satu tahun lagi, maka jenis reksa dana yang sesuai adalah reksa dana pasar uang.

Sebagai contoh jika kamu berinvestasi di reksa dana untuk membayar uang sekolah anak yang akan jatuh tempo 6 bulan lagi, maka kamu bisa memilih jenis investasi reksa dana pasar uang.

Jika tujuan keuangan antara 1-3 tahun, misalnya target untuk memulai DP rumah 3 tahun lagi, maka jenis reksa dana yang sesuai adalah reksa dana pendapatan tetap.

Buat kamu yang mau berinvestasi untuk jangka panjang, misal untuk kebutuhan dana pensiun, atau mempersiapkan warisan untuk anak cucu, jenis reksa dana yang sesuai adalah reksa dana saham yang memang ditujukan untuk tujuan investasi dengan jangka waktu >5 tahun. Meskipun jangka waktunya panjang, bukan berarti tidak bisa dicairkan sebelum 5 tahun, kamu tetap bisa menjual reksa dana kamu kapan saja selama hari kerja.

Investasi pada jenis reksadana saham bisa saja memberikan keuntungan yang besar dalam waktu 1-2 tahun namun bisa juga rugi. Dengan berinvestasi dalam jangka panjang (lebih dari 10 tahun). Maka potensi kerugian tersebut bisa lebih kecil dan kemungkinan keuntungannya juga bisa lebih besar.

Sekarang kamu siap untuk mulai berinvestasi!

Dari ratusan reksa dana yang ada, Bibit membantu kamu dalam memilih reksa dana dengan return jangka panjang yang paling baik dengan pertimbangan expense ratio reksa dana yang relatif rendah.

Expense ratio mengukur seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk mengelola reksa dana. Semakin kecil expense ratio menandakan kepiawaian Manajer Investasi dalam mengelola reksa dana untuk investor secara effisien.