Pemula, Ketahui Kesalahan Saat Investasi Reksadana

neonbrand--Cmz06-0btw-unsplash.jpg

Zaman sekarang, investasi udah nggak asing lagi di telinga kita. Banyak pilihan investasi yang tentunya mempunyai resiko berbeda-beda. Pilihan orang-orang untuk berinvestasi umumnya dikarenakan menyesuaikan modal yang tersedia dan ingin meningkatkan nilai uang tersebut.

Salah satu investasi yang murah dan terjangkau adalah reksadana. Investasi reksadana sekarang bisa dibeli secara online dan hanya dengan minimal pembelian 10 ribu kamu sudah bisa menjadi seorang investor reksadana.

Mudah dan murahnya investasi reksadana membuat orang-orang tidak pikir panjang untuk membelinya. Namun, perlu diingat bahwa investasi bukan tanpa risiko apalagi buat kamu masih baru dalam hal investasi, kamu perlu berhati-hati dalam berinvestasi.

Meski berisiko, bukan berarti kesalahan investasi itu nggak bisa dihindarkan. Apa aja sih kesalahan investasi reksadana yang bisa bikin investasi kamu gagal total? Berikut beberapa kesalahan investasi reksadana:

Tidak Punya Target atau Tujuan Investasi

Pada dasarnya, saat seseorang melakukan sesuatu, pasti ada tujuannya. Bukan hanya tujuan untuk investasi, tapi target investasinya. Seorang investor harus memiliki perencanaan dan jangka waktu investasi.

Kamu juga harus mengetahui dan memastikan terlebih dahulu alasan mengapa membeli sebuah produk investasi. Hal ini dilakukan agar dana yang diinvestasikan dapat mencapai tujuan keuangan.

Tujuan yang membuat kita bersemangat sabar dan konsisten dalam berinvestasi, selain itu kamu akan merasa bangga dan puas jika kamu berhasil mencapai tujuan tepat waktu atau lebih cepat karena return dari investasi.

Investasi Tidak Sesuai Profil Resiko

Banyak pemula yang melakukan investasi tidak pada porsinya, dan ujung ujungnya bukannya tenang tapi malah selalu was-was karena salah pilih reksadana.

Memang, dibandingkan saham dan instrumen investasi lainnya reksadana lebih mudah, tapi bukan berarti kamu tidak belajar investasi, ya! Setelah menentukan tujuan, hal kedua yang nggak kalah penting adalah mengetahui profil risiko diri sendiri dalam berinvestasi, agar tepat dalam memilih produk investasi.

Misalnya, investor dengan profil risiko rendah dan masih belum dapat menerima fluktuasi yang tinggi dalam jangka pendek investasi, tujuan investasi untuk kebutuhan dana jangka pendek, maka investasi yang cocok adalah reksadana pasar uang.

Sebab reksadana pasar uang menempatkan mayoritas asetnya pada deposito yang pergerakannya cukup stabil dengan fluktuasi pasar yang rendah.

Trading Reksadana

Trading dengan reksadana adalah melakukan beli dan jual Reksadana dalam jangka pendek untuk mencari keuntungan dari kenaikkan harga. Bukannya tidak boleh melakukan trading pada reksadana, tetapi tujuan Reksadana adalah investasi meningkatkan keuntungan dalam jangka menengah dan panjang. Bukan melakukan trading.

Selain itu, trading dengan reksadana juga dirasa kurang cocok, karena ada batas waktu pembelian dan penjualan yang disebut “Cut off Time”. Trading juga membutuhkan konsentrasi dan skill yang “extraordinary“, sedangkan reksadana bertujuan agar pemula bisa mulai berinvestasi tanpa harus mempunya skill khusus tentang pasar modal.

Nah, sekarang udah tau kan kesalahan yang dilakukan dalam investasi reksadana? Supaya tidak salah langkah dalam investasi, sekarang udah ada Robo-advisor yang akan membantu kamu merekomendasikan reksadana terbaik.

Yuk, mulai investasi reksadana dengan bantuan Robo-advisor di aplikasi Bibit.id. Meminimalisir kesalahan investasi dengan bantuan robot.