Bibit Weekly – Minyak Volatil hingga Daftar Konsentrasi Pemegang Saham

Market Summary

  • Harga Minyak Tetap Volatil: Harga minyak Brent sempat turun -14,5% ke US$101/barrel, seiring sinyal damai AS–Iran, sebelum kembali naik +7,8% ke ~US$109/barrel setelah pidato Trump pada Rabu (1/4). → selama skema pembukaan Selat Hormuz belum konkret, harga minyak berpotensi terus bergerak volatil.

  • Rilis Data Ketenagakerjaan AS di Atas Ekspektasi: NFP AS naik +178 ribu pada Maret 2026 (vs ekspektasi konsensus: +60 ribu) dan tingkat pengangguran turun ke 4,3% (vs Februari 2026:  4,4%). → memperkuat ekspektasi penahanan suku bunga AS hingga akhir 2026.

  • Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi dan Defisit APBN Indonesia: Defisit APBN 2026 diperkirakan berada di level 2,9% PDB jika harga minyak mencapai US$100/barrel menurut Menkeu, sementara konsensus Bloomberg juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke +5,08% YoY (vs proyeksi Februari: +5,2% YoY). → keduanya berpotensi membatasi ruang stimulus fiskal di tengah tekanan eksternal yang belum mereda.

MARKET UPDATE
Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Kembali Turun ke Kisaran 6,6%, Setara Level Awal Maret 2026
Latest Update (02/04/2026)
Latest Week on Week (WoW) Year to Date (YtD)
IHSG 7.026,8 ▼ -1,92% ▼ -18,74%
IDR 10Y Govt Bond Yield 6,65% ▼ -21 bps ▲ +58 bps
Rata-rata bunga deposito 12 bulan 3,62% ▼ -5 bps ▼ -8 bps
Foreign Flow
(Dalam Triliun Rupiah)
1W 1M YtD
Obligasi +2,91 -22,64 -25,87
Saham -4,79 -23,82 -34,03
Sumber: Bloomberg, data all market per 2 April 2026, kecuali foreign flow obligasi per 1 April 2026

What Happened in the Market

  • Harga minyak Brent kembali naik 7,8% ke level ~US$109/barrel pada penutupan Kamis (2/4), setelah sempat ditutup -14,5% pada Rabu (1/4) di US$101/barrel.

    • Kenaikan ini dipicu oleh pidato Trump pada Rabu (1/4) malam waktu AS yang menegaskan AS akan menyerang Iran selama 2–3 pekan ke depan dan tidak merinci skema pembukaan Selat Hormuz yang konkret – hanya menyebut jalur tersebut akan terbuka secara natural setelah konflik berakhir. Menyusul pidato Trump, IHSG turun -2,19% ke 7.026,8, Nikkei -2,38%, Kospi -4,47% pada Kamis (2/4). 

    • Sebelumnya, penurunan harga minyak pada Rabu (1/4) dipicu oleh sinyal damai dari kedua belah pihak: Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Iran bersedia mengakhiri konflik selama kondisi–kondisi yang esensial dipenuhi dan The Wall Street Journal melaporkan Trump memberi sinyal kepada kabinetnya bahwa ia berencana mengakhiri perang meski Iran belum membuka Selat Hormuz.

    • Terkini, Axios melaporkan pada Senin (6/4) bahwa AS dan Iran sedang membahas syarat–syarat untuk potensi gencatan senjata selama 45 hari guna menegosiasikan pengakhiran perang secara permanen. Hal ini merupakan upaya terakhir untuk menegosiasikan gencatan senjata, sebelum deadline negosiasi dari Presiden Donald Trump berakhir pada Selasa (7/4).

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan dalam rapat bersama DPR pada Senin (6/4) bahwa realisasi APBN 2026 selama 3M26 mencatat defisit Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap PDB (vs. 3M25: defisit 0,43% terhadap PDB). Purbaya juga menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi.

    • Sebelumnya, Purbaya mengklaim pada Rabu (1/4) bahwa defisit APBN 2026 akan berada di level 2,9% PDB jika harga rata-rata Indonesian Crude Price mencapai US$100/barrel pada tahun ini, didukung oleh sejumlah langkah efisiensi untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak. 

    • Proyeksi ini lebih baik dari skenario sebelumnya (3,6% PDB jika pemerintah tidak menyesuaikan ulang anggaran belanja serta harga minyak naik dan bertahan di kisaran US$90–92/barrel).

  • Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat non–farm payroll (NFP) AS naik +178 ribu pada Maret 2026 (vs Februari 2026: -133 ribu), jauh di atas ekspektasi konsensus (+60 ribu) sekaligus menandai kenaikan tertinggi sejak Desember 2024.

  • Tingkat pengangguran AS tercatat turun ke level 4,3% pada Maret 2026 (vs Februari 2026: 4,4%), di bawah ekspektasi konsensus (4,4%). Menurut Reuters, penurunan ini disebabkan berkurangnya jumlah angkatan kerja AS sebesar −396 ribu.

  • BPS mencatat inflasi indeks harga konsumen (IHK) Indonesia turun ke 3,48% YoY pada Maret 2026 (vs Februari 2026: inflasi 4,76% YoY), di bawah ekspektasi konsensus (inflasi 3,64% YoY) dan kembali masuk dalam target BI (2,5±1%).

  • Konsensus Bloomberg (Maret 2026) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi +5,08% YoY (vs proyeksi Februari: +5,2% YoY).

    • Konsensus juga mengekspektasikan BI tidak akan memangkas BI Rate sepanjang 2026 (vs survei Februari: -50 bps ke 4,5%).

  • BEI memperluas klasifikasi investor dari 9 menjadi 39 sub-kategori, efektif 1 April 2026, dan merilis daftar konsentrasi pemegang saham (shareholder concentration list) setelah penutupan bursa Kamis (2/4).

What’s the Impact?

Secara Global: Di sisi kebijakan moneter, Ketua The Fed, Jerome Powell, dalam kuliah umum Harvard pada Senin (30/3) menyatakan posisi wait and see The Fed. Hal ini meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga, namun juga mengindikasikan bahwa The Fed tidak akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Narasi ini juga diperkuat dengan rilis data ketenagakerjaan AS pada Maret 2026 yang di atas ekspektasi. Per Senin (6/4), Berdasarkan data CME Fedwatch Tool, terdapat probabilitas ~77% suku bunga akan tetap ditahan di level 3,50-3,75% pada pertemuan Desember 2026.

Sebagai informasi, penurunan tingkat pengangguran AS terjadi bukan karena lebih banyak orang yang bekerja, melainkan karena menurunnya jumlah angkatan kerja AS — dengan labor force participation rate turun di bawah 62% untuk pertama kali sejak pandemi.

Untuk Indonesia: Sejumlah langkah efisiensi diperkirakan menjaga defisit APBN 2026 di bawah batas legal 3%, menurut Purbaya. Adapun defisit APBN yang mendekati batas legal berpotensi membatasi ruang pemerintah dalam melakukan stimulus fiskal ke depannya.

Sementara itu, sikap The Fed yang cenderung untuk wait and see turut mempersempit ruang BI untuk memangkas suku bunga, sejalan dengan konsensus yang kini mengekspektasikan BI Rate tidak akan dipangkas sepanjang tahun 2026. 

Di sisi pasar modal, rilis concentration list dan perluasan klasifikasi investor oleh BEI menunjukkan progress lain terkait upaya untuk memulihkan kepercayaan investor asing menjelang evaluasi MSCI pada Mei 2026.

Why Should I Care?

Pernyataan dari Trump yang mengandung ketidakpastian kembali menimbulkan volatilitas bagi market. Selama tidak terdapat skema konkret terkait pembukaan Selat Hormuz, volatilitas berpotensi tetap tinggi. Adapun pernyataan dari Purbaya bahwa Indonesia tetap dapat menjaga defisit APBN di bawah batas legal 3% meredakan kekhawatiran akan tekanan yield obligasi dan kinerja Reksa Dana Obligasi. Yield obligasi Indonesia tenor 10 tahun sendiri turun ke level 6,65% per Senin (6/4), dari 6,85% pada Senin minggu sebelumnya (30/3).

Secara terpisah, investor perlu memantau perkembangan reformasi transparansi pasar modal — di mana OJK, BEI, dan KSEI telah menyelesaikan 4 dari 8 agenda reformasi menjelang evaluasi MSCI pada Mei 2026.

Baca selengkapnya: IHSG Terhindar Downgrade MSCI?

Dari sisi risiko downgrade ke frontier market, informasi tambahan yang disediakan oleh regulator sudah menambah transparansi secara signifikan dan sesuai dengan regional best practices. Aturan minimum free float 15% juga sudah terbit, meski implementasi aktualnya butuh sekitar 2–3 tahun. Oleh karena itu, kami menilai kemungkinan pasar Indonesia untuk di–downgrade ke frontier market seharusnya minim dan merupakan tail risk, bukan base case.

Dengan sentimen yang dapat berubah dengan cepat mengikuti dinamika negosiasi AS-Iran, penting bagi investor untuk memastikan bahwa alokasi aset sudah sesuai profil risiko dan tidak panik. Instrumen defensif seperti Reksa Dana Pasar Uang dapat menjadi salah satu cara untuk membantu meningkatkan stabilitas portofolio. Selain itu, Reksa Dana Pasar Uang USD juga dapat membantu menjaga nilai aset ketika rupiah melemah.

Bibit New Product

Top Reksa Dana Pasar Uang di Bibit

*Return reksa dana per 2 April 2026. 

Reksa dana bertanda petir bisa dicairkan instan. 

Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan.

SBN SR024: Minggu Depan Berakhir, Kuota Menipis Sisa < 25%

Segera amankan fixed rate return yang anti turun. Tersedia dalam 2 tipe tenor: SR024-T3 (3 tahun) return 5,55% p.a. dan SR024-T5 (5 tahun) return 5,90% p.a.  Pilihan investasi yang lebih untung dari deposito bank umum yang dijamin LPS di 3,5% p.a. Net return SR024 lebih tinggi 78%. 

Kuota terbatas! Per 7 April April 2026 pukul 13.45 WIB kuota tersisa 23%. 

SR024
SR024
SR024
Sukuk Ritel
Masa penawaran hingga 15 April 2026 pukul 12.00 WIB
Berlangsung
Modal
SR024-T3
Passive Income/Bulan
SR024-T5
Passive Income/Bulan
Rp10 Juta Rp41.625 Rp44.253
Rp100 Juta Rp416.250 Rp442.530
Rp1 Miliar Rp4.162.500 Rp4.425.300
Rp5 Miliar Rp20.812.500 Rp22.126.500
Simulasikan modal kamu

Writer: Bibit Investment Research Team
Disclaimer: Konten ini hanya dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan rekomendasi untuk beli/jual produk investasi tertentu. Always do your own research.


In Case You Missed It

📊IHSG Turun -23% dari ATH: Bottom Sudah Terlewati?  – Bagi investor jangka panjang, koreksi pasar secara historis dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan saham berkualitas pada harga yang lebih murah.

Other Articles 

🗣️ Pidato Trump terkait Perang Iran Picu Pelemahan Bursa Asia pidato Presiden Donald Trump menimbulkan ketidakpastian mengenai bagaimana perang Iran akan berakhir dan bagaimana Selat Hormuz akan dibuka kembali.

💚 IHSG Hijau Didorong Harapan Berakhirnya Perang Pada Selasa (31/3), Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan bahwa negaranya memiliki niat untuk mengakhiri konflik selama kondisi–kondisi yang esensial dipenuhi, terutama jaminan pencegahan repetisi penyerangan/agresi di masa depan.

🛍️ MAPI & MAPA 2025: Kinerja Lampaui Ekspektasi – Emiten grup MAP telah merilis laporan keuangan untuk periode 2025. Dalam tulisan ini, kami akan lebih berfokus pada kinerja dua entitas, yakni Mitra Adiperkasa ($MAPI) dan MAP Aktif Adiperkasa ($MAPA).