Sebelum Membeli, Ini Cara Memilih Reksadana Yang Baik

helloquence-61189-unsplash.jpg

Saat ini orang sudah mulai sadar pentingnya investasi untuk masa depan dan mulai menginvestasikan sebagian penghasilannya di berbagai produk investasi. Salah satu investasi adalah reksadana, tapi tak jarang orang masih bingung memilih reksadana.

Saat awal memutuskan ingin investasi di reksadana pasti kamu bertanya-tanya, gimana cara menentukan reksadana yang baik?

Berikut adalah beberapa cara menentukan reksadana yang baik, untuk pertimbangan memilih agar kamu tidak ragu.

Tingkat Return

Hal utama kenapa kamu mau berinvestasi yang pertama adalah keuntungan. Oleh karena itu besar kecilnya tingkat keuntungan yang dihasilkan menjadi tolak ukur kinerja reksadana itu baik atau tidak.

Dalam mengukur bukan seberapa besar return reksadana itu sendiri tapi membandingkan return reksadana dengan reksadana sejenis atau dengan melihat pertumbuhan reksadana tersebut diatas IHSG atau tidak.

Tingkat Resiko

Setiap Keuntungan pasti selalu ada resikonya. Semakin besar keuntungan semakin besar pula resikonya (high return, high risk). Biasanya untuk mengukur resiko menggunakan pedekatan statistik seperti standar deviasi dan beta.

Jika untung besar resiko besar itu masih bisa diterima. Sederhananya jangan sampai kamu membeli reksadana dengan resiko tinggi tapi untung kecil.

Dana Kelolaan

Dana kelolaan atau sering disebut AUM (Asset Under Management) atau NAB (Nilai Aktiva Bersih) adalah dana yang dipercaya untuk dikelola oleh perusahaan asset management. Jadi semakin banyak AUM maka semakin terpercaya reksadana tersebut.

Gimana masih ragu buat beli reksadana? Tunggu apa lagi segera investasi reksadana bersama Bibit. Investasi Secara otomatis dengan bantuan robot.

7.png