Market Summary
Emas Tembus US$5.100/oz: Harga emas di pasar spot naik ke kisaran US$5.111/oz pada Senin (26/1), cetak all–time high baru. → investor mencari aset safe haven seiring kekhawatiran independensi The Fed dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Ketidakpastian Geopolitik: Presiden AS Trump menahan penerapan tarif bagi negara-negara Eropa yang menantang upayanya untuk mengambil alih Greenland dan mengancam tarif 100% bagi Kanada. → ketidakpastian tetap tinggi seiring narasi yang dapat berubah kapan saja.
BI Kembali Tahan Suku Bunga: BI fokus jaga stabilitas nilai tukar rupiah, sembari mempertimbangkan kemungkinan penurunan suku bunga dengan timing bergantung pada data ke depan. → ruang pemangkasan BI rate berpotensi terbatas seiring pelemahan rupiah.
Market Update: Foreign Flow Obligasi dan Saham Mingguan Mengalami Outflow
What Happened in the Market
Harga emas di pasar spot naik +2,41% ke kisaran US$5.111/oz pada perdagangan Senin (26/1) pagi, menandai all–time high baru.
Presiden AS, Donald Trump pada Kamis (22/1) mengatakan dirinya sudah menyelesaikan wawancara dengan para calon ketua The Fed berikutnya yang akan menggantikan ketua saat ini, Jerome Powell, setelah masa jabatannya berakhir pada Mei 2026.
Presiden Trump menyampaikan pada Rabu (21/1) bahwa dia akan menahan diri untuk tidak mengenakan tarif pada negara–negara Eropa yang menentang upayanya untuk mengambil alih Greenland. Ia juga menambahkan bahwa AS akan “terlibat” dalam hak mineral di Greenland.
Trump kembali memberikan ancaman baru pada Sabtu (24/1) bahwa dirinya akan mengenakan tarif 100% pada Kanada jika Kanada melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China.
Dana Moneter Internasional (IMF) dalam outlook Januari 2026 merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 dan 2026 masing-masing menjadi +5% YoY dan +5,1% YoY (vs estimasi Oktober 2025: +4,9% YoY pada 2025 dan 2026).
IMF juga merevisi pertumbuhan ekonomi global untuk 2025 dan 2026 masing–masing menjadi +3,3% YoY (vs estimasi Oktober 2025: +3,2% YoY pada 2025 dan +3,1% YoY pada 2026).
Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di level 4,75%, sejalan dengan ekspektasi konsensus. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan bahwa fokus BI saat ini adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, yang sempat menyentuh level all-time low di 16.950 pada Selasa (20/1), seiring meningkatnya kekhawatiran fiskal dan independensi BI.
IHSG sempat turun hingga -1,7% ke level 8.838 pada perdagangan intraday hari Jumat (23/1), menandai level terendah sejak 12 Januari 2026, setelah mencetak all–time high baru di level 9.134 pada Selasa (20/1).
Bloomberg melaporkan penurunan ini ditekan oleh kekhawatiran terkait potensi perubahan metodologi MSCI terkait free float yang akan diumumkan sebelum 30 Januari 2026 serta ekspektasi pelemahan rupiah.
Bloomberg melaporkan Danantara mulai memasuki fase penyaluran investasi senilai ~Rp202 triliun di berbagai proyek, investasi langsung, dan pasar publik.
What’s the Impact?
Secara Global: Ketidakpastian geopolitik sempat mereda setelah Presiden Trump batalkan ancaman tarif terkait Greenland. Meski demikian, ketidakpastian geopolitik masih dinilai tinggi karena kebijakan dan narasi dapat berubah kapan saja, salah satunya adalah ancaman tarif bagi Kanada baru-baru ini.
Selain itu, pelaku pasar masih menunggu keputusan Trump terkait penerus Ketua The Fed selanjutnya, yang berpotensi mempengaruhi independensi badan tersebut. Sebelumnya, Trump kerap mengkritik Powell karena terlalu lambat dalam memangkas suku bunga.
Untuk Indonesia: Ditahannya BI Rate di Januari sudah sejalan dengan ekspektasi, di tengah pelemahan Rupiah yang baru saja mencetak all–time low. Meski Rupiah tertekan oleh faktor eksternal, intervensi BI dan outlook ekonomi yang membaik berpotensi mendukung stabilitas nilai tukar ke depan. BI mengatakan bahwa pihaknya memiliki cadangan devisa yang cukup untuk mendukung intervensi tersebut (Desember 2025: US$156,5 miliar, tertinggi sejak Maret 2025).
Why Should I Care?
Dalam sepekan terakhir, harga emas terus melanjutkan reli hingga menembus level US$5.100/oz didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran terkait independensi The Fed. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik justru menekan indeks dolar AS (DXY) – indeks yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia – sebesar -1,80% WoW, sedangkan nilai tukar yen dan euro terhadap dolar AS masing-masing menguat +1,57% dan +1,98% WoW per Jumat (23/1).
Sementara itu, nilai tukar rupiah yang tertekan berpotensi membatasi ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga. Bloomberg masih mengekspektasikan dua kali pemangkasan pada 2026. Selain itu, melemahnya rupiah ditambah kekhawatiran terhadap MSCI membuat pasar modal domestik bergerak cukup volatil. IHSG melemah -2% dari level ATH ke level 8.951 pada penutupan Jumat (23/1), dengan foreign outflow Rp-3,27 triliun sepekan terakhir.
Ke depan, investor perlu mewaspadai risiko lanjutan pelemahan rupiah akibat kekhawatiran fiskal dan moneter, mengingat dampaknya terhadap inflasi, arus modal asing, serta ruang pelonggaran suku bunga BI.
Top Reksa Dana Pasar Uang
Top Reksa Dana Obligasi
Kinerja Saham Perbankan
Kinerja Saham BMRI, BBCA per 23 Januari 2026 dalam 5 Tahun Terakhir
SBN ORI029 Sudah Bisa Dibeli: Fixed Rate Return hingga 5,80% p.a.
ORI029 jadi SBN Retail pertama tahun ini, bisa dibeli di Bibit hingga 19 Februari 2026. Dapatkan fixed rate return 5,45% p.a. untuk tenor 3 tahun (ORI029-T3) dan 5,80% p.a. untuk tenor 6 tahun (ORI029-T6).
Kepastian return hingga jatuh tempo, cocok untuk stabilkan portofolio di tengah ketidakpastian market.
Passive income tiap bulan tanggal 15, dikirim langsung ke RDN.
Aset investasi aman yang dijamin negara melalui undang-undang.
In Case You Missed It
📊Market Bullish ≠ Rendah Risiko. Tetap Diversifikasi Portofolio – Data historis menunjukkan saat kenaikan yang terjadi di IHSG, penurunan tetap terjadi dalam jangka pendek. Diversifikasi aset pada portofolio bisa menjadi salah satu cara untuk mengelola risiko dan menghindari keputusan gegabah.
Other Articles
🏦 Indo Banks: Capturing Momentum Reversal with ~8% Dividend Cushion – Titik terendah kinerja Big 4 Banks telah terlewati dan momentum mulai berbalik positif, membuka peluang pemulihan level valuasi di tengah potensi dividend yield hingga ~8%. Top picks: BBCA dan BMRI.
💰 Danantara Mulai Gelontorkan Investasi ~Rp202 T – CIO Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pada Kamis (22/1) bahwa pihaknya mulai memasuki fase penyaluran investasi dengan penyaluran dana senilai ~US$12 miliar atau ~Rp202 T.
👀 ASII: Risiko Sanksi Entitas Emas & Sawit Berkisar 9–14% Laba Bersih 2026F – Astra Agro Lestari (AALI) mengumumkan bahwa perseroan telah melakukan pembayaran denda administratif senilai Rp571 M kepada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan pada Desember 2025.
