Bibit Weekly – Update Harga Minyak, MSCI, dan BI Rate

Bibit Weekly: Update Harga Minyak, MSCI, dan BI Rate

Market Summary

  • Selat Hormuz & Harga Minyak: Selat Hormuz tetap tertutup efektif selama 8 minggu berturut-turut akibat eskalasi konflik AS–Iran. Trump memerintahkan Angkatan Laut AS menembak kapal yang memasang ranjau, sementara Iran menyerang sedikitnya 3 kapal pekan lalu. → harga minyak Brent naik +16,5% WoW ke US$105,3/barrel per Jumat (24/4).

  • MSCI Update Indeks Indonesia: MSCI merilis pembaruan pasca-reformasi OJK, BEI, dan KSEI, termasuk penghapusan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari MSCI Indexes, dan pembekuan kenaikan FIF dan NOS dipertahankan hingga index review Mei 2026. → kepastian arah kebijakan MSCI baru akan diketahui pada market accessibility review Juni 2026

  • BI Rate Ditahan di 4,75%: BI menahan suku bunga sesuai ekspektasi konsensus, di tengah rupiah yang menyentuh all-time low di Rp17.315 pada intraday Kamis (23/4). → BI menegaskan kesiapan untuk memperketat kebijakan moneter lebih lanjut untuk menjaga stabilitas kurs dan inflasi.

Market Update
Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Kembali Meningkat Ke ~6,7%
Latest Update (24/04/2026)
IHSG
7.129,5
WoW ▼ -6,61%
YtD ▼ -17,55%
IDR 10Y Govt Bond Yield
6,78%
WoW ▲ +20 bps
YtD ▲ +71 bps
Rata-rata bunga deposito 12 bulan
3,72%
WoW ▲ +2 bps
YtD ▲ +2 bps
Foreign Flow
(Dalam Triliun Rupiah)
1W 1M YtD
Obligasi -0,21 +4,87 -22,04
Saham -3,27 -34,93 -43,59
Sumber: Bloomberg, data all market per 24 April 2026, kecuali foreign flow obligasi per 23 April 2026.

What Happened in the Market

  • Selat Hormuz tetap tertutup di tengah ketegangan AS-Iran. Harga minyak Brent kembali naik 16,5% WoW ke level US$105,3/barrel pada Jumat (24/4) seiring memburuknya outlook pasokan global.

    • Presiden Donald memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menembak kapal yang memasang ranjau, serta menyatakan akan menyerang infrastruktur Iran jika aliran minyak tidak kembali berjalan.

    • Sementara itu, Iran telah menyerang sedikitnya 3 kapal pada Rabu (22/4), membuat aliran minyak dan gas yang melewati Selat Hormuz tetap tertutup secara efektif selama 8 minggu berturut-turut.

    • Rupiah mencetak all–time low di level 17.315 per dolar AS pada intraday Kamis (23/4), menurut data Bloomberg, sebelum ditutup di level 17.205 pada Jumat (24/4). Pelemahan tersebut sejalan dengan pelemahan mata uang negara berkembang lain terhadap dolar AS.

  • MSCI merilis update terhadap saham Indonesia, menindaklanjuti pengumuman pembekuan indeks pada 27 Januari 2026 dan serangkaian reformasi transparansi yang diumumkan OJK, BEI, dan KSEI pada awal April.

    • Saham dalam daftar konsentrasi kepemilikan yang tinggi (high shareholding concentration/HSC) akan dihapus dari MSCI Indexes.

    • Pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), Number of Shares (NOS), dan penambahan ke MSCI Investable Market Indexes (IMI) tetap dipertahankan hingga index review Mei 2026.

    • MSCI menyatakan dapat menggunakan data pengungkapan kepemilikan >1% yang kini dipublikasikan KSEI.

    • MSCI akan menyampaikan pembaruan lebih lanjut sebagai bagian dari market accessibility review pada Juni 2026.

    • ️BEI juga mengumumkan akan menyesuaikan kriteria evaluasi konstituen indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 yang berlaku pada evaluasi mayor April 2026. Hal ini termasuk dikeluarkannya saham yang termasuk dalam daftar konsentrasi kepemilikan yang tinggi (high shareholding concentration/HSC), pelonggaran ketentuan suspensi, dan minimum free float 10%.

  • Direktur Fitch Ratings, George Xu, mengatakan pada Kamis (23/4) bahwa Indonesia memiliki ruang untuk melanggar batas defisit fiskal legalnya tanpa memicu penurunan rating, selama hal tersebut ditujukan sebagai respons sementara terhadap gangguan ekonomi akibat perang di Timur Tengah.

    • Xu menambahkan bahwa pihaknya akan memantau cara Indonesia dalam menghindari batas defisit APBN, serta memperingatkan bahwa wacana perluasan mandat Bank Indonesia dapat mempersulit mandat kebijakan dan meningkatkan risiko kesalahan kebijakan.

  • Bank Indonesia mempertahankan suku bunga BI Rate di level 4,75%, sejalan dengan ekspektasi konsensus. Sementara itu, pertumbuhan kredit perbankan mencapai +9,49% YoY per Maret 2026 (vs. Februari 2026: +9,37% YoY, Maret 2025: +9,16% YoY), sejalan dengan target 2026 dari Bank Indonesia di kisaran +8–12% YoY.

  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 1Q26 dapat mencapai lebih dari +5,5% YoY, didukung oleh konsumsi, pencairan THR, belanja pemerintah, dan stimulus ekonomi. Data resmi pertumbuhan ekonomi periode 1Q26 baru akan dirilis oleh BPS pada 5 Mei 2026.

What’s the Impact?

Secara Global: Menurut Bloomberg, penutupan Selat Hormuz selama delapan minggu berturut-turut dan harga minyak yang kini kembali naik mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa gangguan ini bukan lagi short-term shock melainkan risiko pasokan yang berkepanjangan.

Namun, seperti yang disampaikan analis Bloomberg Economics, blokade AS kemungkinan tidak cukup efektif untuk memaksa Iran menyerah dalam waktu dekat, toleransi Iran terhadap tekanan ekonomi cukup tinggi ketika kelangsungan negaranya dipertaruhkan. Artinya, pasar perlu bersiap untuk skenario konflik yang lebih panjang dari ekspektasi awal.

Untuk Indonesia: Meski harga minyak kembali meningkat ke kisaran US$105-106/barrel tidak setinggi puncak ketidakpastian perang di pertengahan Maret 2026 (~US$120/barrel), tekanan pada fiskal berpotensi semakin membesar jika harga minyak tetap bertahan di level yang relatif tinggi, mengingat keputusan pemerintah yang hanya menaikkan harga BBM secara selektif. Tekanan tersebut turut melemahkan rupiah yang sempat menyentuh all-time low di Rp17.315 pada Kamis (24/4) atau sekitar -3,5% YtD.

Why Should I Care?

Minggu ini terasa berat bagi banyak investor, dengan IHSG kembali tertekan dan rupiah menyentuh all-time low di tengah konflik AS–Iran yang belum mereda. Gangguan di Selat Hormuz kini memasuki minggu kedelapan tanpa tanda-tanda penyelesaian yang signifikan, bahkan eskalasi terjadi hanya beberapa hari setelah Trump memperpanjang gencatan senjata. Selama harga energi global tetap tinggi, ruang penurunan suku bunga bank sentral The Fed dan BI kemungkinan akan tetap terbatas.

Pernyataan Fitch meredakan salah satu kekhawatiran terbesar pasar minggu ini, yaitu risiko penurunan rating, yang dapat menekan harga obligasi pemerintah secara tajam. Meski demikian, ketidakpastian fiskal yang berlanjut tetap dapat mendorong volatilitas yield obligasi dalam jangka pendek.

Dari sisi pasar saham, update MSCI pekan lalu menjadi sentimen yang relatif positif: MSCI mengakui reformasi OJK, BEI, dan KSEI, dan memilih melanjutkan asesmen ketimbang melakukan eskalasi. Artinya, risiko Indonesia dikeluarkan dari indeks saham emerging market belum menjadi skenario utama, dengan kepastian lebih lanjut baru akan datang pada market accessibility review Juni 2026.

Selama ketidakpastian ini berlanjut, volatilitas pasar kemungkinan akan tetap tinggi. Hal sederhana yang dapat dilakukan investor adalah memastikan alokasi aset portofolio sudah sesuai profil risiko dan tujuan investasi. Selain Reksa Dana Pasar Uang Rupiah, Reksa dana pasar uang USD juga dapat menjadi alternatif untuk investor yang ingin mendiversifikasi risiko dari pelemahan rupiah.

Product Highlights

Bibit New Product

Top Reksa Dana Pasar Uang di Bibit 

Return Top Reksa Dana Pasar Uang di Bibit per 24 April 2026

*Return reksa dana per 24 April 2026. 

Berdasarkan data historis, tidak menjamin kinerja di masa depan.

In Case You Missed It

📊 Bibit Insights: Membangun Fondasi Portofolio yang Kuat – Reksa Dana Pasar Uang dan Obligasi FR Jangka Pendek jadi alternatif aset untuk fondasi portofolio. Kedua aset ini menjadi pilihan untuk menjaga dana tetap produktif dan siap digerakkan saat peluang muncul.

🗓️ ST016 Terbit 2 Minggu Lagi, Ini Perbedaannya dengan SR024 – SBN selanjutnya adalah Sukuk Tabungan seri ST016 dengan masa penawaran 8 Mei - 3 Juni 2026. ST dan SR adalah SBN Syariah. Namun keduanya memiliki perbedaan dari imbal hasil. ST memiliki imbal hasil floating with floor, sedangkan SR dengan fixed rate return.

Other Articles 

🏦 BBCA: Laba Bersih 1Q26 +4% YoY; Pembagian Dividen Kuartalan BBCA mencatat laba bersih Rp14,7 T pada 1Q26 (+4% YoY, +4% QoQ), sejalan dengan ekspektasi karena setara 24% estimasi 2026F konsensus (vs. 1Q25: 25% realisasi 2025).

📢 Update MSCI: Tidak Ada Eskalasi Sinyal Downgrade, Pembekuan Berlanjut hingga Mei 2026 MSCI merilis update terhadap saham Indonesia, menindaklanjuti pengumuman pembekuan indeks pada 27 Januari 2026 dan serangkaian reformasi transparansi yang diumumkan OJK, BEI, dan KSEI pada awal April.

‼️ BEI Revisi Kriteria IDX30, LQ45, dan IDX80: Saham HSC Dikeluarkan️BEI mengumumkan akan menyesuaikan kriteria evaluasi konstituen indeks IDX30, LQ45, dan IDX80, termasuk mengeluarkan saham yang termasuk dalam daftar HSC dan minimum free float menjadi 10%.