Tips Tetap Konsisten Menabung Saat Harga Melambung

Menabung saat harga melambung mungkin terdengar mustahil. Logikanya, bagaimana bisa menyisihkan pendapatan buat menabung jika penghasilan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan?  

Apalagi, ketika Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, hal ini akan disusul dengan kenaikan harga kebutuhan pokok termasuk biaya transportasi. Alhasil, pengeluaran pun membengkak. 

Pada tahun 2018 misalnya, saat Pertalite masih di kisaran Rp7.600-7.800 dengan mudah mungkin kita dapat menemukan seporsi mie ayam seharga Rp10.000. Kini, jangan harap! Minimal kita harus mengeluarkan uang Rp15.000 untuk semangkok mie ayam. Iya, kan?

Kenaikan BBM dalam 4 tahun terakhir
Sumber: Kompas dan Pertamina

Kenaikan BBM memang kerap memunculkan efek domino. Mulai dari shrinkflation di mana banyak produsen mengambil strategi pemasaran dengan mengecilkan ukuran produk dan menaikkan harga, sampai naiknya harga bahan makanan, ongkos dan tarif transportasi, biaya operasional perusahaan, dan kebutuhan lain. 

Lalu, apakah kita bisa tetap konsisten menabung walau harga-harga melambung? Bisa dong! 

Eric Roberge, financial planner dan founder dari “Beyond Your Hammock”, perusahaan perencanaan keuangan virtual asal Boston, AS, mengatakan bahwa menabung sebenarnya bisa dilakukan secara fleksibel sesuai kondisi keuangan. 

Contoh, awalnya kamu mampu menabung Rp2.000.000 setiap bulan dari penghasilan Rp8.000.000 perbulan. Namun, setelah harga-harga naik, kamu jadi “hanya” bisa menabung Rp500.000-1.000.000 setiap bulan. Hal ini bukan masalah karena yang paling penting kamu tetap konsisten menabung, berapa pun jumlahnya.

Ingat, ya. “Konsistensi bukan cuma terkait jumlah dana yang dapat kita sisihkan, melainkan motivasi yang tak pernah turun untuk menabung demi mencapai berbagai tujuan keuangan,” tambah Eric Roberge. So, tidak perlu berkecil hati dan merasa bersalah, apabila kamu menabung dengan jumlah berbeda setiap bulan.

Kiat Menabung Saat Harga Melambung

Selalu ada solusi dari setiap permasalahan. Tidak terkecuali agar tetap rajin menabung walau harga kebutuhan kian hari kian meninggi. Berikut tips-tipsnya:

Tentukan Goals Keuangan

Tanpa tujuan finansial yang pasti, aktivitas menabung mustahil berjalan lancar. Kemungkinan besar kamu akan menabung "apa adanya" bahkan "ogah-ogahan" sehingga dana yang dikumpulkan tak optimal. 

Karena itu, pastikan tujuan finansial mulai sekarang dan hubungkan dengan kondisi yang ada. Artinya, saat harga-harga melambung, fokuskan tujuan keuangan untuk mengumpulkan dana darurat, dana pensiun, dana kesehatan, atau investasi untuk masa depan. 

Dengan dukungan teknologi, menentukan goals keuangan kini jauh lebih mudah, Seperti adanya fitur Bibit Goals di Aplikasi Bibit.

Melalui fitur ini, kamu bisa mengatur apa tujuan keuangan kemudian menentukan berapa jumlah setoran rutin investasi reksadana setiap bulannya. Dengan adanya fitur ini pula, kamu bisa lebih termotivasi menabung karena sudah bisa menabung secara rutin dengan fitur Nabung Rutin.

Baca Juga: 7 Keuntungan Investasi Reksa Dana dengan Bibit

Budgeting  

Bisa menyisihkan pendapatan untuk menabung saja belum cukup. Kamu pun perlu merencanakan keuangan agar aktivitas menabungmu lebih terarah. Saat harga kebutuhan tinggi, merencanakan keuangan bisa dimulai dengan merinci semua sumber pendapatan dan jumlah pengeluaran bulanan. Dengan begitu, sisa uang yang tidak terpakai akan terlihat. Setelah itu, tambahkan dana ini ke 20% alokasi tabungan yang sudah direncanakan sehingga tabunganmu bertambah.  

Batasi Keinginan 

Keinginan untuk membeli barang kadang datang begitu saja secara impulsif. Mulai sekarang batasi dengan memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan. 

Misalnya, jika biasanya kamu setiap bulan mengalokasikan 20% penghasilan untuk memenuhi keinginan seperti belanja-belanja di promo cantik atau leisure. Sekarang, tunda pemenuhan keinginan tersebut kemudian alihkan 20% budget itu untuk menabung.

Selain itu, kamu juga bisa lebih selektif lagi dalam membeli barang. Membandingkan antara harga barang yang satu dan lainnya untuk mencari yang lebih murah bisa menjadi salah satu cara efektif dalam langkah budgeting. 

Tambah Income 

Terkesan mudah diucapkan tapi memang sulit dilakukan. Meski begitu, mencari pendapatan tambahan bukan hal yang mustahil di era digital. Sudah banyak contoh orang dengan dua atau tiga profesi sekaligus. 

Pagi-sore kerja kantoran, malam menjadi driver ojek online. Ada juga yang mengajar sekolah di siang hari sambil jualan online, menjadi content creator sampai reseller. Di era digital semua menjadi mungkin terutama menjalani beberapa profesi sekaligus untuk menambah penghasilan. 

Dan, jika sudah mendapat penghasilan tambahan, langsung tabungkan untuk tujuan keuangan yang lebih besar di masa depan. Dibanding menghabiskannya untuk jajan-jalan, lebih baik investasikan di instrumen yang aman dan menguntungan, seperti reksadana.