Kamu Pekerja Freelance? Ini Pilihan Investasi Alternatif Deposito

Investasi untuk pekerja freelance

Menurut studi yang dilakukan oleh The Freelancer’s Union disebutkan bahwa satu dari tiga orang amerika (sekitar 42juta) adalah pekerja independen atau freelance. Pada tahun 2020 diprediksi kenaikan jumlah freelancing mencapai 50 persen kebutuhan pekerja di Amerika.

Hal tersebut juga terjadi di Indonesia, menurut data yang kami dapat dari situs freelancer.com, di antara daftar kota-kota di Asia Tenggara dengan pertumbuhan freelancer terbesar, 4 di antaranya berasal dari Indonesia: Jakarta (posisi pertama), Bandung (posisi ke-5), Surabaya (posisi ke-7) dan Yogyakarta (posisi ke-9). Lebih dari 300.000 user berasal dari Indonesia.

Pada zaman dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini pekerjaan sebagai freelancer sangat diminati anak muda terutama kaum milenial karena mereka dapat bekerja dimana saja tanpa terikat dengan aturan office hours. Di sisi lain dengan telah hadirnya BPJS juga menjadi salah saru faktor pendukung milenials untuk tidak menjadi seorang pekerja tetap.

Tetapi menjadi seorang Freelancer juga memiliki resiko, kok bisa ?

Seorang freelancer tidak memiliki jaminan menerima uang setiap bulan seperti halnya pegawai tetap, belum lagi jika memiliki cicilan seperti cicilan BPJS, kredit kendaraan dan lainnya. Faktor ini membuat seorang freelancer rentan terhadap masalah keuangan di masa depan jika tidak bisa mengelola pemasukan dengan benar. Salah satu solusi untuk mengamankan keuangan di masa depan adalah dengan berinvestasi.

Dengan pendapatan yang tidak menentu seperti ini, invetasi seperti apa yang dapat dilakukan seorang freelancer ?

Reksa dana

Jika kamu seorang freelancer yang ingin berinvestasi tapi tidak memiliki cukup waktu dan males ribet kamu bisa mencoba Reksa dana.

Investasi Reksa dana adalah menitipkan dana kepada pihak yang ahli berinvestasi dan pastinya telah mendapatkan izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Pihak ini disebut Manager Investasi (MI). Manager Investasi akan menginvestasikan dana yang dikumpulkan dari para investor ke berbagai Instrumen investasi seperti Pasar Uang, Obligasi dan Saham.

Investasi Reksa Dana di Aplikasi Bibit

Di aplikasi Bibit, kamu bisa memulai Investasi reksa dana mulai dari Rp.10.000, bisa di cairkan atau dijual kapan saja, tidak dikenakan pajak, imbal hasil yang cendrung lebih besar dibandingkan deposito. Apalagi saat ini ada Platform online yang menawarkan banyak kemudahan berinvestasi dengan imbal hasil yang optimal, Pendaftaran secara cepat, menggunakan teknologi yang canggih dan bisa membantu kamu menyeseleksi reksadana yang terbaik dari ribuan produk yang ada. Cocok banget buat freelancer milenial yang anti ribet.

Kamu bisa mulai Investasi Reksa Dana sekarang! Klik tombol di bawah.

Saham

Seorang freelancer dapat menempatkan dana nya ke instrumen investasi saham yang dapat dimulai dari Rp. 100,000;. Dengan berinvestasi saham kamu akan mendapatkan keuntungan berupa selisih harga jual dan harga beli (capital gain) dan juga deviden atau pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan yang kamu beli sahamnya.

Investasi saham menjanjikan keuntungan besar namun ada resiko yang berbanding lurus atau dikenal dengan istilah High Risk High Return” dan Low Risk Low Return”. Kamu harus piawai dalam mengelola portofolio invetasimu. Untuk itu kamu bisa bergabung dan belajar dengan komunitas investor yang ada di indonesia.

Dimana kamu bisa menemukan komunitas investor indonesia? Kamu bisa bergabung bersama komunitas Stockbit, stockbit ini seperti kaskusnya para investor, stockbit juga menyediakan data-data analisis saham lengkap dan kamu bisa mulai investasi di dalam platform ini.

Jika kamu  berinvestasi kamu nggak perlu khawatir tentang keuangan masa depan seorang freelancer. Yuk berinvestasi dan rencanakan keuangan masa depan dari sekarang!


“Share artikel ini jika menurut kamu bermanfaat dan ajak teman kamu yang masih belum melek finansial untuk tumbuh bersama bibit :)